Kamis, 16 April 2009

[Cerdas-Terampil-Taqwa]

La Yukalifullahu Nafsan illa Wus’aha …


Kalimat itu barusan kami perbincangkan. Saya dan teman akrab saya, seorang penggiat IT juga, seringkali merasa “kering” dalam hati dan kadang merasa bahwa banyak sekali “threat” yang harus kita lewati. Ntah kenapa, teman saya kemudian iseng buka-buka Qur’an dan membaca beberapa ayat terakhir dari surah Al Baqoroh. Ada beberapa ayat yang bercerita tentang ujian dan batas-batas kesanggupan manusia untuk melewatinya. Ayat tersebut sebenarnya banyak dibaca di MTQ, tadarusan keliling, atau bahkan menjadi selipan materi-materi ceramah khatib jum’at. Namun, tiap-tiap ayat Alqur’an itu memiliki makna yang luas dan tak terduga. Kadang, satu ayat bisa memberikan kesan yang berbeda terhadap masing-masing manusia. Tergantung bagaimana mereka menyikapi dan menguji dirinya dengan petunjuk robbani itu.
Ayat yang menjadi judul di atas, bisa diartikan “Manusia tidak akan dibebani (atau diuji) kecuali sesuai dengan kemampuannya”. Kalau dibalik pengertiannya, sebenarnya tiap-tiap manusia mampu melewati ujian hidup dengan berbagai macam cara dan kemampuan yang mereka miliki. Yang membedakan masing-masing dari mereka adalah, apa dasar yang mereka jadikan pegangan untuk melewati ujian tadi? Kafir atau tidak, Islam atau bukan, manusia selalu dihadapkan pada masalah-masalah, karena dengan masalah itulah mereka akan tumbuh secara fisik dan mental. Abu Jahal dan Umar bin Khatab adalah dua orang yang merasa bermasalah dengan kelahiran bayi perempuan dari istri mereka. Yang berbeda adalah, bagaimana mereka menyikapinya. Terkadang, menyikapi sesuatu dengan komitmen robbaniy mengandung konsekuensi yang cukup berat, dan dari sanalah surga dibayar. Menyikapi ujian hidup dengan membuka Qur’an adalah sesuatu yang mungkin tidak terlalu biasa bagi rekan saya, yang notabene bukan didikan pesantren atau penganut manhaj jama’ah tertentu. Tapi kemampuan menyarikan hikmah Qur’an itu bukan monopoli lulusan Al Azhar, meskipun dengan ilmu agama, jaminan seseorang untuk menelaah Qur’an dengan benar adalah sebuah keniscayaan. Masalahnya adalah membuktikan dan menerapkan Qur’an dalam hidup, sebagaimana para sahabat belajar menghafal ayat demi ayat. Karena hal itulah, para sahabat hafal Qur’an menjelang wafat mereka. Tidak instan, dalam waktu 2-3 tahun. Ya, karena mereka praktikum dan kuliah sekaligus.
Belajar menghadapi hidup dengan Qur’an sebagai pegangan. Kelihatannya sesuatu yang sudah berkali-kali kita dengarkan. Tapi, coba deh kita baca lagi ayat-ayat dan teguran lembut dari Allah SWT. Ternyata, kita bisa koq menghadapi ujian-ujian dari Allah SWT, asal kita percaya dan mem-faqir-kan diri di hadapan Allah. Barangkali, kita saja yang terlalu cepat putus asa, atau terlalu cepat berpikir negatif. Padahal, kita belum melakukan apapun. Ya, masalah ekonomi, pekerjaan, atau biaya kuliah adalah masalah yang biasa kami ceritakan sebagai bahan obrolan, di tengah semakin susahnya hidup di Indonesia. Itulah yang membedakan kita dengan orang-orang lain. Seorang muslim seharusnya terus berkata di dalam hati, “Haram hukumnya putus asa…, dan berdosalah orang yang berputus asa dari nikmat Allah…”
NB : buat rekan-rekan yang masih belum menemukan “pijakan” yang pas paska kuliah, atau buat mereka yang masih harus berjuang untuk lulus kuliah, ayo semangat kang, mbakyu … Eh, doakan juga kami ya, muga2 tetap istiqomah …. :)

Written by sunu wibirama

30 April 2008 pada 3:54 pm

Ditulis dalam qalbu

Kamis, 02 April 2009

Mengenal Pribadi Rasulullah (bag 2)

CAP KENABIAN RASULULLAH Shallallahu `Alaihi wa Sallam

1. Dari Jabir bin Samrah radhiyallahu `anhu berkata: Saya pernah melihat cap kenabian diantara kedua bahu Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam , (cap itu berbentuk) gondok merah seperti telur burung dara yang menyerupai warna jasadnya. (HR. Muslim)

2. Dari Abdullah bin Sarjas radhiyallahu `anhu berkata: Saya telah melihat Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam, say (juga) telah menemuinya, makan makanannya, minum minumannya, dan saya pernah melihat cap kenabian di punuk pundaknya sebelah kiri, di atas cap kenabian tersebut terkumpul tahi lalat semisal kutil. (HR. Muslim)

3. Dari Al Ja`du bin Abdur Rahman berkata: Saya mendengar As Sa`ib bin Yasid berkata: Bibi saya pergi membawa saya ke Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam , kemudian berkata: Wahai Rasulullah , sesungguhnya anak keponakan saya ini kurang sehat. Maka beliau mengusap kepala saya dan mendoakan keberkahan buat saya. Lalu beliau berwudhu, dan saya meminum air wudhu beliau. Kemudian saya berdiri di belakang punggungnya. Saya melihat cap kenabian di antara kedua bahunya seperti telur burung puyuh. (Mutafaq `Alaih)

KEHARUMAN BAU RASULULLAH Shallallahu `Alaihi wa Sallam

1. Dari Anas radhiyallahu `anhu berkata: Bahwasanya Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam mempunyai warna kulit yang bersih, keringatnya seperti mutiara, apabila berjalan beliau mendorongkan badannya ke depan. Belum pernah saya menyentuh sutra bergambar yang lebih lembut dari tangannya ras Shallallahu `Alaihi wa Sallam . Dan say belum pernah mencium minyak wangi dari Misk maupun Ambar yang lebih harum dari baunya Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam . (Mutafaq `Alaih)

2. Dari Anas radhiyallahu `anhu berkata: Nabi pernah mengunjungi kami, kemudian beliau tidur siang sehingga berkeringat. Datanglah ibu saya dengan membawa sebuah botol. Kemudian beliau mengalirkan keringat beliau ke botol tersebut, sehingga Nabi terbangun dan bertanya: Wahai Ummu Sulaim, apa yang kamu lakukan? Ibu saya menjawab: Keringatmu ini akan kami jadikan sebagai parfum. Karena dia merupakan parfum yang paling wangi. (HR. Muslim)

3. Bahwasanya Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam dikenal dengan keharuman bau bila bersua. (Disahihkan oleh Al-Albani di Shahih Al Jami`)

4. Dari Anas radhiyallahu `anhu , bahwasanya Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam tidak pernah menolak minyak wangi. (HR. Bukhari)

5. Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya: Sebaik-baik minyak wangi adalah Misk. (HR. Muslim)

----------------

Dinukil dari: Mengenl Pribadi Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam , Penulis: Syaikh Muhammad Jamil Zainu. Alih bahasa: Mukhlish Zuhdi. Penerbit Yayasan Al-Madinah, Shafar 1419 H, hal. 22-23


Majalah Baru
As Sunnah Edisi 08/VII/1424H/2003M - Merayakan Hari Raya Islam




copy © center Salafyoon.Net 2003

Keutamaan-Keutamaan Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam



1. Allah Ta`ala berfirman:

Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pemberi khabar gembira dan peringatan. Dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan Izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah. (OS. Al Ahzab: 45-47)

2. Allah Ta`'ala berfirman:

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seornag laki-laki di antara kamu. Tetapi dia adalah Rasulullah dan Penutup para Nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al Ahzab: 40)

3. Allah Ta`ala berfirman:

Tidaklah Kami mengutusmu kecuali untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. (QS. Al Anbiya: 40)

4. Rasulullah Shallahu `Alaihi wa Sallam bersabda:

Saya adalah Nabi yang paling banyak pengikutnya pada hari Kiamat, dan saya yang pertama kali akan mengetuk pintu surga. (HR. Muslim)

5. Rasulullah Shallahu `Alaihi wa Sallam bersabda:

Saya yang pertama kali akan memberi syafa`at ke surga, belum pernah di benarkan salah seorang dari para Nabi seperti dibenarkannya saya. Dan sesungguhnya ada salah seorang dari para Nabi yang tidak dibenarkan umatnya kecuali hanya seorang saja (dari mereka).

6. Rasulullah Shallahu `Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya:

Saya memohon kepada Allah tiga perkara. Dia mengabulkan dua di antaranya dan menolak yang lain. Saya memohon kepada-Nya agar umat saya tidak dibinasakan dengan paceklik, maka Allah mengabulkannya. Lalu saya memohon kepada-Nya agar umat saya tidak dibinasakan dengan tenggelam, maka Dia mengabulkannya. Dan saya memohon kepada-Nya agar tidak menjadikan bencana di antara mereka, maka Dia menolaknya. (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain Rasulullah Shallahu `Alaihi wa Sallam bersabada:

Saya memohon kepada Allah agar musuh tidak menguasai umatku, maka Dia mengabulkannya. (HR. At Tirmidzi & An Nasa`i, dishahihkan oleh Al Albani).

7. Berkata Anas bin Malik radhiallahu `anhu dalam hadits tentang Isra` Mi`raj, diantaranya: Dan kedua belah mata Nabi Muhammad Shallahu `Alaihi wa Sallam tidur, akan tetapi hatinya tidaklah tidur. (HR. Muslim)

8. Rasulullah Shallahu `Alaihi wa Sallam bersabda:

Saya adalah pemimpin anak Adam pada hari Kiamat, saya yang pertama kali dikeluarkan dari kubur, yang pertama kali memberi syafa`at dan yang pertama kali diberi hak untuk memberi syafa`at. (HR. Muslim)

9. Rasulullah Shallahu `Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya:

Saya diberi keutamaan atas para nabi dngan enam perkara: Saya diberi Jawami`ul Kalim 1) saya ditolong dari ketakutan, dihalalkan bagi saya rampasan perang, bumi dijadikan untuk saya sebagai Masjid dan tempat yang suci, saya diutus kepada semua makhluk, dan saya sebagai penutup para nabi. (HR. Muslim)

10. Rasulullah Shallahu `Alaihi wa Sallam:

Saya diiutus dari generasi terbaik anak Adam dari generasi-generasi, sampai saya berasal dari generasi yang saya berasal darinya. (HR. Bukhari)

11. Rasulullah Shallahu `Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya:

Sesungguhnya perumpaan saya jika dibandingkan dengan para Nabi sebelum saya adalah seperti seorang laki-laki yang membangun sebuah gedung, dia memperbagus dan mempercantik gedung tersebut, kecuali tempat bata merah yang terletak di pojok bangunan. Manusia mengelilingi bangunan itu dan kagum daripadanya. Mereka berkata: Alangkah sempurnanya bila diletakkan bata merah ini. Beliau berkata: Akulah bata merah itu, dan saya adlah penutup para nabi.

12. Rasulullah Shallahu `Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya:

Sesungguhnya di sisi Allah, saya ditetapkan sebagai penutup para Nabi, dan bahwasanya Adam sungguh dilemparkan di muka bumi. Saya akan memberi tahu kalian tentang urusan saya yang pertama kali , yaitu: Dakwahnya Nabi Ibrahim, berita gembiranya Isa, dan mimpi Ibu saya yang dilihatnya ketika melahirkan saya , telah keluar darinya cahaya yang menerangi istana Syam. (Dishahihkan oleh Al Hakim dan disetujui oleh Adz Dzahabi, dan dishahihkan Al Albani di Misykah)

13. Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah Shallahu `Alaihi wa Sallam ketika beliau berada di Gua Hira`. Dia berkata: Iqra` bismi Rabbikal ladzi khalaq (Al `Alaq:1). Maka pulanglah Rasulullah Shallahu `Alaihi wa Sallam dengan hati yang bergetar. Beliau menemui istrinya Khadijah binti Khuwailid dan menceritakan kejadian yang dialaminya. Beliau berkata: Saya cemas, Khadijah menjawab: Sekali-kali tidak, Demi Allah, Dia tidak akan menghinakan kamu selama-lamanya. Karena kamu suka menyambung tali silaturrahmi, menanggung anak yatim, memberi pekerjaan kepada yang membutuhkan, memberi makan tamu, dan membantu wakil-wakil kebenaran. Kemudian Khadijah pergi bersama Rasulullah Shallahu `Alaihi wa Sallam ke rumah Waraqah bin Naufal. Berkata Khadijah: Wahai anak pamanku, dengarkan apa yang akan dikatakan oleh anak saudaramu ini!` Lalu Rasulullah Shallahu `Alaihi wa Sallam menceritakan apa yang dilihatnya. Waraqah berkata: Ini adalah Namus (Jibril) yang telah diturunkan Allah kepada Musa. Duhai kiranya aku masih bisa bertahan, kiranya aku masih hidup ketika kaummu mengusirmu, Rasulullah Shallahu `Alaihi wa Sallam berkata: Apakah mereka akan mengusir saya? Dia menjawab: Ya, tidaklah seseorang datang membawa sesuatu seperti yang kau bawa kecuali akan dimusuhi. Kalau saya masih bisa menjumpai hari-harimu itu maka saya akan menolongmu dengan pertolongan yang besar.(HR. Bukhai di Kitab Bad`ul Wahyi)

------------

catatan kaki:

1) Jawami`ul Kalim: Kata-kata yang ringkas tetapi mengandung makna yang luas.

Diketik ulang dari: Mengenal Kesempurnaan Rasul, Muhammad bin Jamil Zainu, Penerbit: Yayasan Al-Madinah, cetakan pertama: Juni 1999 M/ Shafar 1419 H, hal.17-22






copy © center Salafyoon.Net 2003

sejarah Nabi







Segala puji hanya untuk Allah yang telah mengutus Rasulullah sebagai Nabi dan Rasul yang diutus sebagai rahmat untuk sekalian alam semesta dan sebagai hujjah atas sekalian manusia dan jin yang mereka telah ditugaskan untuk beribadah kepada Nya. Beliau membawa risalah Ilahi dan menunjukkan manusia kepada jalan kebahagian yang hakiki serta mengeluarkan mereka dari penyembahan kepada makhluq menuju penyembahan kepada Robbnya para makhluk.

Kemudian sholawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada Rasulullah dan para keluarga serta pengikut-pengikutnya yang setia,

Rasulullah sebagai sosok tauladan yang baik merupakan pribadi yang harus kita ketahui perjalanan hidupnya sejak beliau lahir sampai wafat nya, dan mengetahui sejarah beliau merupakan satu kewajiban yang dibebankan kepada umat ini, karena beliau adalah perantara dan penafsir Al Qur`an secara perkataan dan perbuatan, sehingga tidaklah mungkin kita dapat memahami ajaran agama kita tanpa mengetahui sejarah Rasulullah.

Oleh karena itu, kaum muslimin sejak masa-masa pertama perkembangan Islam telah sibuk mempelajari siroh Rasulullah dengan merekam kejadian-kejadian yang terjadi pada beliau dan pada masa-masa beliau hidup serta bersungguh-sungguh menukil hal-hal tersebut dengan penukilan yang teliti dan akurat baik dalam buku-buku hadits atau siroh atau buku-buku sejarah umum.

Sudah tidak diragukan lagi bahwa sejarah (siroh) Rasulullah merupakan bidang yang sangat penting yang digeluti kaum muslimin dahulu dan sekarang,dan dengan izin Allah senantiasa menjadi tempat perhatian kaum muslimin, karena siroh Rasulullah merupakan aplikasi kongkrit dari syariat Ilahi dan penjelas hukum-hukumnya. Dan dari sini muncullah perhatian yang sangat besar dari kalangan para ulama Islam untuk mempelajari, meneliti dan menulis buku-buku dan referensi sejarah beliau dengan macam ragam metode penulisan dan penelitian yang mereka pakai sehingga memberikan gambaran yang jelas tentang siroh Rasulullah.

A.Pengertian Siroh Nabi

Untuk meluruskan persepsi tentang siroh Nabi diperlukan satu pengertian yang benar terhadap siroh tersebut,maka yang dimaksudkan dengan siroh Nabi disini adalah kumpulan berita-berita yang diriwayatkan atau dikisahkan tentang kehidupan Rasulullah yang meliputi nasab, kandungan beliau di perut ibunya, kelahirannya dan keadaan kehidupan yang menyertainya, pemeliharaannya, masa kecilnya, masa remaja dan kedewasaan beliau, pengangkatan beliau sebagai Nabi, turunnya wahyu kepada beliau dan permulaan dakwahnya, masa-masa dakwah di makkah dan setelah hijrohnya ke madinah, pembentukan negara di madinah dan pembelaan beliau terhadap negara tersebut, jihad beliau melawan musuh-musuh agama di dalam negara dan diluarnya,pengiriman duta, utusan-utusan dan angkatan perang, kepemimpinan beliau, perang-perang penting, pengembangan dakwah islam di jaziroh arab dan diluarnya, sakit dan kematian beliau dan pengaruhnya terhadap para shohabat sampai perawatan jenazah beliau.

B. Target Dan Faedah Mempelajari Siroh Nabi

Diantara target dan faedah mempelajari siroh Rasulullah adalah :

1. Mendapatkan dan menemukan aplikasi kongkrit dari hukum-hukum Islam yang terkandung dalam ayat-ayat Alquran dan hadits -hadits nabi dalam ragam bidang kehidupan.

2. Mencontoh Rasulullah menuntut seorang untuk mengetahui sifat-sifat dan keadaan kehidupan beliau dalam segala bidang kehidupan karena beliau adalah suri tauladan yang baik yang harus dicontoh.sebagamana firman Allah :

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. 33:21)

3 Mencontoh dan mengikuti Rasulullah merupakan tanda kecintaan seseorang terhadap Allah dan yang melakukannya akan mendapatkan kecintaan Allah dan ampunan-Nya,sebagaimana firman Allah :

Katakanlah : Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 3:31)

4. Mendapatkan dan menemui dalil-dalil mu`jizat yang dapat menguatkan dan menambah iman.

5. Menguatkan azam kaum mukminin yang mengikuti jalannya Rasulullah dan memantapkan mereka dalam membela agama dan kebenaran serta memberikan ketenangan dalam hati-hati mereka dengan mengenal apa yang terdapat dan terkandung dari siroh Rasulullah berupa sikap-sikap keimanan dan kekuatan aqidah beliau dalam menghadapi cobaan dan musuh-musuhnya

6. Dalam siroh Rasulullah terdapat pelajaran dan nasehat serta hikmah-hikmah yang bisa diambil oleh semua muslim baik penguasa atau rakyat untuk membentuk manusia yang baik.

7. Siroh Rasulullah merupakan gambaran contoh yang tinggi yang dimiliki seorang manusia yang sempurna dari segala sisi.

8. Siroh Rasulullah berisikan pelajaran-pelajaran yang banyak bagi segala lapisan masyarakat manusia dan meringankan mereka dalam menghadapi segala cobaan dan ujian hidup yang mereka hadapi terlebih lagi para da`i

9. Membantu memahami Alquran dan sunnah Rasulullah.

10.Mendapatkan banyak pengetahuan-pengetahuan yang benar tentang bermacam-macam ilmu-ilmu keisalman dari aqidah, syariat, akhlaq, tafsir, hadits, politik, pendidikan dan sosial kemasyarakatan dan yang lain-lainnya.

11.Mengenal perkembangan dan pertumbuhan dakwah Islam dan apa yang terjadi pada Rasulullah dan shahabat-shabatnya dalam menegakkan kalimat Allah serta apa yang dihadapi para shahabat dari kesulitan-kesulitan dan bagaimana mereka bersikap serta solusinya

12.Mengenal sebab-sebab turunnya ayat-ayat Alquran dan korelasi ucapan-ucapan Rasulullah dan shahabat-shahabatnya.

13. Mengenal naskh dan mansukh dalam Alquran dan hadits

14. Mengenal dengan baik mukjizat-mukjizat yang Allah karuniai atas Rasulullah

15. Menanamkan kecintaan kepada Rasulullah

C. Keistimewaan Siroh Nabi

Siroh Rasulullah merupakan siroh (sejarah) yang memiliki banyak keistimewaan sehingga nikmat untuk dipelajari dan ditelaah dibandingkan dengan siroh-siroh yang lainnya,sebagaimana dia merupakan suatu hal yang harus dimiliki oleh seorang ulama syariat dan da`i Islam dan orang yang merasa bertanggung jawab terhadap perbaikan umat manusia, karena dengan mencontoh gaya dan cara dakwah Rasulullah menjadikan dakwah mereka benar dan berhasil.

Diantara keistimewaan siroh Rasulullah adalah sebagai berikut:

1. Siroh Rasulullah merupakan siroh yang paling absah yang menceritakan sejarah para Nabi dan Rasul,atau tokoh-tokoh pembaharuan umat manusia, karena siroh Rasulullah sampai kepada kita melalu jalan penyampaian yang paling benar dan paling kuat sehingga membuat kemudahan-kemudahan dalam mengenal kejadian-kejadian bersejarah yang ada didunia ini.

Dan keistimewaan ini tidak terdapat pada siroh selain beliau , kita lihat siroh Nabi Musa .telah tercampur antar kejadian-kejadian yang terjadi pada beliau dengan hal-hal yang dimasukkan oleh orang yahudi dari penyimpangan dan kesesatan,sehingga kita tidak bisa menjadikan At Taurot sebagai sumber pengambilan siroh beliau yang akurat dan benar.demikian juga siroh Nabi Isa ,karena beredarnya injil-injil yang banyak yang tidak sama isi kitab yang satu dengan yang lainnya,sehingga kita tidak bisa mengambil siroh beliau dengan jaminan keotentikannya.

2. Kehidupan Rasulullah adalah kehidupan yang sangat jelas dalam setiap marhalah (tingkatan) nya,sejak menikah orang tua beliau sampai wafatnya beliau,sehingga dapat diketahui kelahirannya, masa kecil dan remajanya, kehidupannya sebelum kenabian dan setelah kenabian sampai wafatnya beliau sehingga berkata seorang pengkritik barat:sesungguhnya Muhammad adalah satu-satunya orang yang dilahirkan (jelas seperti) terangnya sinar matahari.

3. Sesungguhnya siroh Rasulullah menceritakan siroh seorang manusia yang dimuliakan Allah sebagai Rasul dan tidak mengeluarkannya dari sifat kemanusiaannya dan tidak ada padanya dongeng-dongeng yang tidak benar.

4. Siroh Rasulullah menyeluruh kepada seluruh sisi-sisi kehidupan beliau,karena dia mengisahkan kepada kita sejarah kehidupan beliau dimasa muda sebelum menjadi Nabi dan juga menceritakan kepada kita tentang beliau sebagai seorang pembawa bendera dakwah yang memiliki gaya dan cara yang efektif dan akurat dalam menyampaikan isi dakwahnya,sebagaimana juga mengisahkan beliau sebagai seorang pemimpin negara dan sebagai pemimpin rumah tangga dan pendidik serta politikus sejati.

Ringkasnya siroh Rasulullah meliputi seluruh sisi kehidupan sosial kemanusiaan dalam suatu tatanan kemasyarakatan yang menjadikan beliau sebagai tauladan yang baik bagi da`i, panglima, bapak, suami, teman,pendidik,politikus,pemimpin negara dan yang lain-lainnya.

5. Siroh Rasulullah memberikan kepada kita tanda kebenaran risalahnya dan kenabiannya.

D. Sumber pengambilan siroh Rasulullah .

Sesungguhnya siroh Rasulullah -secara hakikatnya- adalah ibarat dari risalah yang beliau bawa kepada masyarakat manusia,oleh karena itu sudah selayaknya untuk ditayangkan dalam bentuk yang benar,akurat dan terperinci,sehingga bisa bermanfaat bagi kaum muslimin seluruhnya,maka untuk mencapai hal itu perlu kita menengok kembali kepada sumber-sumber pengambilan siroh tersebut.

Adapun sumber-sumber pengambilan siroh Rasulullah yang menjadi sumber rujukan para ulama dalam menjelaskan siroh tersebut,dapat di globalkan menjadi 8 sumber,yaitu:

1. Alquran

Sesungguhnya Terkandung dalam Alquran banyak kejadian-kejadian dari siroh nabi baik ketika di masa makkah atau di madinah.Alquran telah mengisahkan kepada kita keadaan beliau di masa kecilnya ketika dalam keadaan yatim dan faqir sebagaimana yang ada didalam firman Allah :

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim lalu Dia melindungimu?Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung lalu Dia memberikan petunjuk? Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan lalu Dia memberikan kecukupan? (QS. 93:6-8),

dan menceritakan pula kisah turunnya wahyu di gua hiro` dalam firman-Nya:

Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan, Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan, Bacalah, dan Rabbmulah Yang Paling Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. 96:1-5)

dan tentang mu`jizat isra` dan mi`roj dalan firman-Nya:

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. 17:1)

dan tentang hijrohnya beliau bersama Abu Bakr dalam firman-Nya:

Jikalau tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seseorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, diwaktu dia berkata kepada temannya:Janganlah berduka cita, sesungguhya Allah bersama kita. Maka Allah menurunkan ketenangan kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 9:40)

serta menceritakan pula kisah perang Ahzab dalam firman-Nya:

Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikurniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya.Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan. (Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan (mu) dan hatimu naik menyesak sampai ketenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka. Di situlah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat.Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata:Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya. Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mereka berkata:Hai penduduk Yatsrib (Madinah), tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah kamu.Dan sebahagian dari mereka minta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata:Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga).Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka, mereka tidak lain hanyalah hendak lari. Kalau (Yatsrib) diserang dari segala penjuru, kemudian diminta kepada mereka supaya murtad, niscaya mereka mengerjakannya; dan mereka tiada akan menunda untuk murtad itu melainkan dalam waktu yang singkat. Dan sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah:Mereka tidak akan berbalik ke belakang (mundur).Dan adalah perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungan jawabnya. Katakanlah:Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.Katakanlah:Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi di antara kamu dan orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya:Marilah kepada kami.Dan mereka tidak mendatangi peperangan melainkan sebentar. Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan.Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya.Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Mereka mengira (bahwa) golongan-golongan yang bersekutu itu belum pergi; dan jika golongan-golongan yang bersekutu itu datang kembali, niscaya mereka ingin berada di dusun-dusun bersama-sama orang Arab Badwi, sambil menanya-nanyakan tentang berita-beritamu.dan sekiranya mereka berada bersama kamu, mereka tidak akan berperang, melainkan sebentar saja. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. Dan tatkala orang-orang mu`min melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata:Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita.Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya.Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan. (QS. 33:9-22) dan :

Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka.Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan. Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak.Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu. (QS. 33:26-27)

dan kisah-kisah lainnya yang cukup banyak.

Akan tetapi untuk dapat mengambil faidah yang sempurna dari Alquran harus melihat kembali kepada buku-buku tafsir yang terpercaya seperti Tafsir bil ma`tsur yaitu Tafsir yang membawakan hadits-hadits yang bersanad periwayatan dalam menafsirkan ayat-ayat Alquran seperti Tafsir ath Thobary dan Tafsir Ibnu Katsir dan buku-buku yang menjelaskan Naasikh dan Mansukh serta buku-buku yang menjelaskan sebab-sebab turunnya ayat-ayat Alquran dengan selalu melihat bahwa hadits-hadits tersebut tidak diterima begitu saja akan tetapi harus dilihat ke absahannya.

2 Buku-buku Hadits (hadits -hadits Nabi)

Adapun arti pentingnya buku-buku hadits dalam pengambilan siroh Rasulullah kembali kepada apa yang terkandung dalam buku-buku tersebut dari kumpulan ucapan,perbuatan,persetujuan dan sifat-sifat beliau baik fisik ataupun akhlaq,karena hadits -hadits tersebut menceritakan kehiduupan beliau sehari-hari sehingga memiliki hubungan yang erat sekali dalam pengambilan siroh Rasulullah. Dan tidak diragukan lagi bahwa madah siroh dalam buku-buku hadits adalah akurat dan wajib di jadikan sandaran dalam pengambilan siroh dan di dahulukan dari riwayat-riwayat yang ada dibuku-buku sejarah dan yang lainnya

Diantara buku-buku hadits yang penting dan banyak menceritakan kejadian-kejadian sejarah siroh adalah Shohih Bukhory, Shohih Muslim, Jami` At Tirmidzy, Sunan Abi Daud, Musnad Ahmad bin Hambal ,Sunan An Nasa`I ,Sunan Ibnu Majah dan Mushanaf Ibnu Ab Syaibah serta yang lain-lainnya.

3. Buku-buku Syamaail

Buku-buku Syamaail adalah buku-buku yang dikarang untuk menjelaskan sifat-sifat Rasulullah .buku-buku ini sangat penting untuk melengkapi siroh Rasulullah sehingga sebagian ulama menulis buku-buku ini terpisah dari buku-buku hadits,padahal kalau dilihat kembali,sebenarnya sebagian besar hadits-hadits yang berhubungan dengan hal itu ada dalam buku-buku hadits.dan diantara ulama-ulam tersebut adalah Imam At Tirmidzy dalam kitabnya Syamaail Muhammadiyah,demikian pula Imam AL Baghowy dalam kitab Al Anwaar fi Syamaail An Nabi Al Mukhtar.

4. Buku-buku Dalaail An Nubuwah

Buku-buku ini adalah buku-buku yang dikarang untuk menjelaskan bukti kebenaran kenabian dan mu`jizat-mu`jizat yang terjadi padanya.

Diantara buku-buku ini adalah kitab Dalaail An Nubuwah karangan Abu Nu`aim Al Ashbahany dan Dalaail An Nubuwah karangan Al Baihaqy.

5. Buku-buku Maghozy dan siroh

Buku-buku Maghozy ini menampilkan kejadian-kejadian siroh Rasulullah, peperangan beliau,pengiriman saraya(pasukan perang yang tidak dipimpin langsung oleh beliau) dan marhalah dakwah beliau.dan buku-buku ini merupakan referensi yang sangat penting dalam mempelajari siroh Rasulullah.

Demikian juga buku-buku siroh yang khusus menjelaskan siroh Rasulullah telah dikarang oleh para ulama sejak abad pertama hijriyah,dan diantara ulama-ulama yang terkenal dalam penulisan siroh secara umum adalah:Abdullah bin Abbas (Wafat tahun 78 H),sa`id bin sa`ad bin Ubadah,sahl bin Abi Hatsmah (wafat di zaman Muawiyah),Urwah bin Zubair (wafat tahun 92 atau 94 H),said bin Musayyib (wafat tahun 94 H),aban bin Utsman bin Affan (wafat tahun 87 atau 105 H) dan Abu Fadhoolah Abdullah bin Kaab bin Maalik Al Anshory (wafat tahun 97 H).dan dalam abad kedua Hijriyah:Al Qashim bin Muhammad bin Abi Bakr As Shiddiq (wafat tahun 107H),wahab bin Munabbih (wafat tahun 114 H),Syarahbiil bin Said (wafat Tahun 123 H),Abu Ruh Yazid bin Rumaan Al Asady (wafat tahun 130 H),Abul Aswad Muhammad bin Abdur-Rahman bin Naufal Al Asady (Wafat tahun 131 H),Abdullah bin Abi Bakr bin Hazm (wafat antara tahun 130 - 135 H),Musa bin Uqbah (wafat tahun 141 H),Muhammad bin Ishaaq Al Muthaliby (wafat tahun 151 H),Yunus bin Yazid Al Aily (wafat tahun 152 H),Ma`mar bin Rasyid Al Bashry(wafat tahun 154 H),Abu Ma`syar As Sindy (wafat setelah tahun 170 H),Abu Ishaaq Al Fazaary (wafat tahun 187 H) dan Al Walid bin Muslim Ad Dimasyqy (wafat tahun 195 H).Sedangkan daam abad ketiga hijriyah muncul ulama-ulama siroh seperti :Muhammad bin Umar Al Waqidy (wafat tahun 207 H),Abdur-Razaq bin Hammaam As Shon`any (wafat tahun 211 H),Sa`id bin Al Mughiroh bin As Shoyaad Al Mushishy (wafat tahun 220 H),Ahmad bin Muhammad Al Warroq (wafat tahun 227 H),Muhammad bin Saad bin Manii` Az Zuhry (wafat tahun 230 H),Muhammad bin Aidz Al Qurasyi (wafat tahun 224 H),sulaiman bin Thorkhaan At Taimy (wafat tahun 245 H),Hisyam bin Ammar (wafat tahun 245 H),Said bin Yahya Al Umawy (wafat tahun 249 H),dan Umar bin Syabah bin Ubaid (wafat tahun 262 H).Akan tetapi dari mereka semuanya ini hanya beberapa saja yang sampai sekarang masih terkenal dan tersohor dalam siroh,diantaranya Ibnu Ishaaq,Al Waqidy dan Ibnu Sa`ad.

6. Buku-buku yang dikarang dalam sejarah dua tanah suci yaitu Makkah dan Madinah.

Para Ulama telah menulis karangan yang khusus tentan dua kota suci ini dalam rangka menjelaskan sejarah kedua kota ini sebeum dan sesudah islam,sehingga banyak membantu dalam memahami siroh Rasulullah ,sehingga dengan demikian juga merupakan satu referensi tang sangat penting dalam siroh Rasulullah.

Diantara bku-buku tersebut yang telah diterbitkan pada masa ini adalah: Taarikh Makkah oleh Abul Walid Muhammad bin Abdullah Al Azrooqy (wafat tahun 250 H),Taarikh Makkah wa ma Jaa fiha min al atsar oleh Ibnu Najjaar,Akhbaar madinah Rasulullah wa taarikh Makkah oleh Al Faakihany (wafat tahun 280 H),Syifaul Gharam Bi Akhbaar balad Allah Al Haraam oleh Muhammad bin Ahmad Al Faasy (wafat tahun 832 H).

dan buku-buku ini seperti buku-buku yang lainnya dapat dimanfaatkan dengan sempurna dan baik setelah dilihat kembali keabsahan berita yang ada.

7. Buku-buku taarikh umum.

Buku-buku ini memaparkan sejarah umat manusia dan negara serta tokoh-tokoh sejarah secara umum sejak sebelum islam sampai di masa penulisnya,seperti Taarikh al Umam wa Ar Rausul wa Al Muluk oleh Ibnu Jarir Aththobary dan Tarikh Kholifah bin Khiyath Al Ushfury (wafat tahun 240 H).Buku-buku ini merupakan referensi penting dalam memahami siroh Rasulullah e karena menceritakan kejadian-kejadian yang ada pada waktu iti secara umum

8. Buku-buku sastra arab (Adab).

Ini merupakan referensi pelengkap dalam siroh,karena berisikan syair-syair yang banyak mengisahkan hal-hal yang terjadi dimasa-masa Rasulullah dan sekitarnya.

Inilah referensi-referensi yang bisa kita jadikan rujukan dalam mempelajari siroh dengan melihat kembali keabsahan berita yang tertuangkan dalam buku-buku tersebut,sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas tentang kehidupan beliau .

E.Bagaimana Memahami Siroh Nabi.

Seorang yang ingin memahami siroh Nabi dengan benar dan akurat harus kembali mempelajari dan merenungkan serta meneliti sumber-sumber pengambilan siroh tersebut dengan memperhatikan metode-metode penulisan siroh Nabi yang telah ditulis para ulama dengan memandang hal-hal sebagai berikut:

1. Meyakini bahwa As Sunnah An Nabawiyah adalah wahyu dari Allah taala dan siroh merupakan bagian dari Sunnah tersebut.Rasulullah bersabda:

2. Mengetahui bahwa Rasululah ketika terjun memperbaiki umat manusia bukanlah sekedar pembaharu sosial yang bersandar kepaa kepakaran dan kehebatannya semata akan tetapi ddia adalah seorang Rasul yang diuutus Allah dengan wahyu sehingga keberhasilan beliau adalah tauufiq dari Allah,olehkarena itu seluruh aspek kehidupannya berada dibawah bimbingan dan arahan dari Allah.dan dengan demikian kita akan melihat siroh Nabi sebagai siroh yang maksum dan dapat mengarahkan akal kita untuk memahami konsep ini.

3. Memahami siroh Nabi sebagaii siroh yang komprehensif dan sempurna yang menggambarkan satu pribadi yang sempurna

4. Mempelajarinya untuk dapat mengambil faedah dan pelajaran yang dapat digunakan dalam mengarungi kehidupan ini.






copy © center Salafyoon.Net 2003